DPP BARET ICMI Desak Evaluasi Nasional Percepat Penanganan Bencana Aceh

Dipublikasikan 06 Feb 2026 Diperbarui 2 bulan yang lalu
DPP BARET ICMI Desak Evaluasi Nasional Percepat Penanganan Bencana Aceh
 
JAKARTA – Ketua Umum Badan Reaksi Cepat Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (DPP BARET ICMI), Lili Erawati, mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi nasional terkait penanganan bencana di Provinsi Aceh. Langkah ini dinilai mendesak mengingat progres pemulihan di lapangan yang dianggap masih berjalan sangat lambat.
Hingga saat ini, sejumlah wilayah di Aceh masih berada dalam fase transisi darurat. Tiga kabupaten, yakni Aceh Tengah, Pidie Jaya, dan Aceh Tamiang, bahkan dilaporkan masih menyandang status darurat.
“Aceh sebagai daerah awal peradaban Islam di bumi Nusantara harus mendapatkan perhatian khusus dalam penanganan bencana,” tegas Lili Erawati dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Soroti Hunian Sementara dan Kolaborasi Lintas Sektoral Salah satu poin krusial yang disoroti Lili adalah capaian pembangunan hunian sementara yang saat ini masih di bawah 50 persen. Menurutnya, diperlukan langkah percepatan dan koordinasi yang lebih solid antarpihak agar penderitaan masyarakat terdampak tidak berlarut-larut.
Ia mengusulkan agar evaluasi nasional tersebut melibatkan unsur yang luas, mencakup kepala daerah, kementerian terkait, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), relawan, hingga unsur pers.
“Pendekatan kolaboratif sangat penting untuk menuntaskan misi kemanusiaan dan memastikan program pemulihan berjalan tepat sasaran,” tambahnya.
Konsep Eko Teologi dan Pemulihan Ekonomi Lebih jauh, Lili mendorong agar transformasi penataan Aceh pascabencana menerapkan prinsip Eko Teologi. Konsep ini mengedepankan pemulihan yang seimbang antara pembangunan fisik dengan penguatan ekosistem lingkungan serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Dalam hal pemulihan ekonomi, BARET ICMI menekankan pentingnya rehabilitasi lahan. Namun, Lili mengingatkan bahwa kebijakan tersebut harus didasari kajian komprehensif. “Langkah pemulihan tidak boleh sekadar memindahkan masalah menjadi persoalan baru di kemudian hari,” ujarnya.
Program Sekolah Alam dan Rakornas Sebagai bentuk aksi nyata di wilayah terisolasi, BARET ICMI berencana meluncurkan program Sekolah Alam di Kecamatan Linge, Aceh Tengah. Program ini akan menggandeng masyarakat adat dan ulama, mengingat nilai historis Linge sebagai jalur penting penyebaran Islam.
Menutup keterangannya, Lili menyatakan bahwa dalam waktu dekat DPP BARET ICMI akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) sekaligus meluncurkan program “BARET ICMI Hadir”. Agenda ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas relawan cendekiawan yang profesional serta menghadirkan solusi kemanusiaan yang lebih terukur dan menyeluruh bagi masyarakat Aceh. 
Bagikan: